Senin, 24 Maret 2014

membuat program matrix perkalian

pada post kali ini akan saya tampilkan program membuat matrix perkalian dengan menggunakan bahasa pemrograman c++ seperti pada gambar di bawah ini.
pada program ini user dapat menginput nilai matrix yang diinginkan nya.
dibawah ini adalah list program matrix perkalian yang sudah saya buat



#include
#include
using namespace std;
int main()
{
int a, b, c, d, i, j, k, x[99][99], y[99][99], C[99][99];
cout << "----MATRIKS PERKALIAN----\n\n";
cout << "Masukkan jumlah baris Matriks A : "; cin >> a;
cout << "Masukkan jumlah kolom Matriks A : "; cin >> c;
cout << "Masukkan jumlah baris Matriks B : "; cin >> b;
cout << "Masukkan jumlah kolom Matriks B : "; cin >> d;
if (c==b)
{
cout <<"\nMasukkan nilai MATRIKS A\n\n";
for(i = 0; i < a; i++)
               {
                for(j = 0; j < c; j++)
               {
               cout <<"MATRIKS A ["<
               fflush(stdin); cin >> x [i][j];
               }
                              }
cout <<"\nMATRIKS A\n\n";
for (i=0; i < a; i++)
{
               for (j=0; j < c; j++)
               {
               cout << x[i][j] <<" ";
               }
               cout << endl;
}
cout <<"\nMasukkan nilai MATRIKS B\n\n";
for(i = 0; i < b; i++)
               {
                              for(j = 0; j < d; j++)
                              {
                                             cout <<"MATRIKS B ["<
                                             fflush(stdin); cin >> y [i][j];
                                             }
                              }
cout <<"\nMATRIKS B\n\n";
for (i = 0; i < b; i++)
{
               for (j = 0; j < d; j++)
               {
               cout << y[i][j] <<" ";
               }
               cout << endl;
}
cout <<"\nMATRIKS C\n\n";
for (i = 0; i < a; i++)
{
               for(j = 0;j < d; j++)
               {
                              C[i][j]=0;
                              for (k = 0; k < b; k++)
                              C[i][j]=C[i][j]+x[i][k]*y[k][j];
}
}
for (i = 0 ;i < a; i++)
{
               for (j = 0; j < d; j++)
               {
               cout << C[i][j] << " ";
               }
               cout << "\n";      
               }
               cout <
}
else cout << "\n\nData yang Anda masukkan salah.";


pada program di atas user harus menentukan dahulu matrik nya karena perkalian matrik membutuhkan matrik yang keduanya ber ordo sama sehingga di masukan dulu berapa ordo yang di inginkan.

cout <<"\nMasukkan nilai MATRIKS A\n\n";
for(i = 0; i < a; i++)
               {
                for(j = 0; j < c; j++)
               {
               cout <<"MATRIKS A ["<
               fflush(stdin); cin >> x [i][j];
               }
pada program di atas  adalah bagian yang membuat program untuk pengecekan ordo matriks yang akan di kalikan.

jika ordo yang akan dikalikan sudah sama maka user dapat memasukan nilai yang akan dikalikan.

jika ordo salah maka sistem akan mengeluarkan tulisan "data yang anda masukan salah"

Jumat, 04 Oktober 2013

Fasilitas ICT KTT APEC setara dengan Olimpiade London

Nusa Dua, Bali - Panitia penyelenggara KTT APEC 2013 benar-benar ingin membuat event dunia yang digelar di Bali ini berkesan dan lebih baik dari hajatan-hajatan sebelumnya. Fasilitas mentereng pun disiapkan, termasuk dari infrastruktur ICT.

Untuk mengawal KTT APEC, Telkom membangun tiga jaringan broadband dengan tiga jalur yang berbeda, antara lain jaringan WiFi, LTE Telkomsel dan layanan voice.

Semua jaringan tersebut telah mencakup berbagai kebutuhan seperti penguatan sinyal Telkomsel, fixed wireline, bandwidth internet, Metro Ethernet/VPN IP, Local Area Network (LAN) hingga mobile SNG. Telkom juga mengandalkan Indonesia Digital Network (IDN) Bali, Ngurah Rai yang bakal selalu terhubung (always connected).

Di samping tiga jalur akses yang berbeda menuju BTDC, Telkom meningkatkan kualitas jaringan di lokasi utama pelaksanaan APEC dengan membuat jaringan dalam gedung dengan 2 jalur yang berbeda dengan menggunakan teknologi fiber optik.

Adapun bandwith internet yang akan disalurkan ke area APEC tersebut mencapai 2x10 Gbps. Bandwidth ini jauh lebih besar dibandingkan dengan penyelenggaran APEC 2012 yang berlangsung di Vladivostok Russia. Di Rusia bandwith yang disediakan baru sebesar 6 Gbps. Sementara itu, Telkom juga telah menyediakan 270 titik jairngan LAN dan 500 SST sambungan telepon free international call (VoIP).

Infrastruktur dan layanan ICT di media center APEC 2013 yang berlokasi di Bali Nusa Dua Convention Center ini dapat dikatakan setara dengan event perhelatan Olimpiade 2012 di London, Mobile World Congress 2013 di Barcelona dan Seibu Dome Tokyo, Jepang.

Wakil Ketua Panitia APEC 2013 Chairul Tanjung (CT) mengatakan saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di KTT APEC tahun lalu di Rusia, SBY berpesan agar KTT APEC di Indonesia bisa lebih baik dari Rusia


"Waktu itu Pak Presiden bilang, bisakah kita membuat KTT APEC lebih baik dari ini, jawabannya harus!" Kata Chairul dalam acara konferensi pers APEC di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Kamis (3/10/2013).

Ia mencoba mencari tahu berapa anggaran biaya yang dikeluarkan pemerintah Rusia untuk menggelar APEC tahun lalu. CT menyebut Rusia menghabiskan puluhan miliar dolar AS untuk menyelenggarakan KTT APEC 2012.

"Dari APBN pemerintah Rusia karena dia bangun bandara baru, jalan tol baru," kata CT.

Sedangkan Indonesia, mulai dari bulan Januari 2013 hingga saat ini baru menghabiskan Rp 364,7 miliar. Dana tersebut berasal dari patungan 4 kementerian dan lembaga terkait, yaitu Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Parekraf, dan Kementerian Kominfo.

"Totalnya Rp 364,765 miliar saja," pungkas CT.


Sumber: Detikinet "http://inet.detik.com/read/2013/10/03/165306/2377069/328/2/fasilitas-ict-ktt-apec-bali-setara-olimpiade-london"

Keyboard "kertas"


Jakarta - Keyboard yang diklaim tertipis di dunia baru saja diperkenalkan. Saking tipisnya, ketebalan keyboard ini sama dengan sehelai kertas.

Adalah CSR, perusahaan teknologi yang mengembangkan keyboard fleksibel ini. Selain mudah dibawa ke mana saja, keyboard dengan ketebalan 0,5 mm ini pun bisa digunakan di hampir semua permukaan.

Mengombinasikan teknologi low power wireless dan touch screen sensing flexible electronic milik CSR, perangkat ini dapat juga digunakan sebagai tambahan touch interface tablet dan smartphone.

"Konsumen menginginkan aksesoris wireles portable yang inovatif yang bekerja dengan perangkat mobile mereka," kata Paul Williamson, Director Low Power Wireless di CSR seperti dilansir Cellular-news
, Kamis (5/9/2013).
"Permukaan super tipis yang kami kembangkan adalah contoh sempurna bagaimana Bluetooth Smart bekerja. Kami berkomitmen untuk bekerja secara kolaboratif dengan developer menggunakan CSR Energy platform, guna menghasilkan aksesoris generasi berikutnya untuk dijual ke pasar," sambungnya.

Keyboard tipis CSR secara wireless terkoneksi menggunakan CSR1010 Bluetooth yang baru dirilis CSR yang dioptimalkan untuk Bluetooth Smart. Teknologi ini memungkinkan keyboard terkoneksi dengan perangkat iOS7 terbaru dan PC Windows 8.


Sumber: detikinet "http://inet.detik.com/read/2013/09/05/121501/2350091/511/tertipis-di-dunia-keyboard-ini-bak-sehelai-kertas?i992205sci"

Penumpang Garuda Sudah Bisa "ngenet" di Pesawat



Jakarta - Bagi yang sering bepergian naik pesawat dan tak bisa lepas dari internet, ada kabar baik untuk Anda. Garuda Indonesia akhirnya mulai meresmikan pengoperasian akses WiFi di armada pesawatnya.
                                         
Menurut Direktur Niaga Garuda Indonesia, Erik Meijer, layanan WiFi di pesawatnya sudah mulai on air sejak Selasa kemarin, 2 Oktober 2013, setelah akhirnya menuntaskan penandatangan kerja sama dengan Telkom.

"Kami sudah mulai mengkomersilkan layanan WiFi ini untuk semua kelas yang ada di pesawat Boeing 777-300 ER," ungkapnya saat berbincang santai dengandetikINET, Kamis (3/10/2013).

Dijelaskan Erik, layanan ini tetap gratis untuk penumpang yang berada di kelas utama atau First Class. Sementara untuk penumpang di kelas lainnya dikenakan tarif berbayar dengan skema per jam atau selama perjalanan.

"Kelas lainnya harus membayar bisa dengan voucher atau kartu kredit. Tarifnya per jam sebesar USD 11,95 (sekitar Rp 140 ribu). Sedangkan sekali perjalanan yakni USD 21,95 (sekitar Rp 255 ribu)," jelasnya.

Setelah perjanjian untuk akses WiFi di armada B 777-300 ER selesai, selanjutnya Garuda akan menuntaskan kerja sama dengan Telkom untuk armada Airbus 330. "Rencananya hingga akhir 2014 ada 10 armada yang sudah dilengkapi WiFi," katanya.

Di pesawat Garuda, Telkom yang mengantungi lisensi penyedia jasa internet, hak labuh satelit, dan izin stasiun radio, menyediakan bandwidth internet agar WiFi bisa beroperasi di pesawat.

Sedangkan Garuda kabarnya menyiapkan investasi sekitar USD 17,5 juta untuk membeli perangkat telekomunikasi di pesawat. Untuk di Airbus 330, Garuda menggunakan teknologi milik OnAir, sementara di B 777-300 ER dari Panasonic. Alatnya sendiri diperkirakan seharga USD 250 ribu.